DEWI BAHAJAH HIMAMI KHOFSHOWATI (B71219061)
Dakwah dalam Komunikasi Antar Etnik, Ras dan Bangsa
Abstrak
Komunikasi
antarbudaya merupakan istilah yang mencakup arti umum dan menunjukkan pada komunikasi antara orang-orang yang
mempunyai latar belakang kebudayaan yang berbeda. Dalam perkembangannya,
komunikasi antarbudaya sering kali disamakan dengan komunikasi lintas budaya
(cross cultural communication). Komunikasi lintasbudaya lebih memfokuskan
pembahasannya kepada membandingkan fenomena komunikasi dalam budaya-budaya
berbeda.
Kata Kunci : Komunikasi, kebudayaan
Pembahasan
komunikasi
dan budaya sangat memiliki keterkaitan yang erat, di mana salah satu fungsi
yang penting dalam komunikasi adalah transmisi budaya, ia tidak dapat
terelakkan dan akan selalu hadir dalam berbagai bentuk komunikasi yang
mempunyai dampak pada penerimaan individu. Demikian juga beberapa bentuk
komunikasi menjadi bagian dari pengalaman dan pengetahuan individu. Melalui
individu ini kemudian komunikasi menjadi bagian dari pengalaman kolektif
kelompok, publik, audience barbagai jenis dan individu bagian dari suatu massa.
Hal ini merupakan pengalaman kolektif yang direfleksikan kembali melalui bentuk
komunikasi, tidak hanya melalui media massa, tetapi juga dalam seni, ilmu
pengetahuan, dan masyarakat.[1]
A.
Radar Bentuk Komunikasi
Komunikasi antarbudaya merupakan proses
komunikasi diantara dua latar belakang budaya yang berbeda. Misalnya antara orang Indonesia dengan orang
Malaysia, antara suku sunda dengan suku jawa, antara ras klokasia dengan ras Mongolia. Dalam komunikasi anatarbudaya ini rawan
konflik karena memiliki pengertian atau makna yang berbeda mengenai suatu
perbuatan, seperti bersendawa, dalam budaya tertentu bersendawa merupakan
suatu bentuk pujian terhadap makanan yang enak, namun dalam budaya bangsa lain itu adalah
sebuah ketidak sopanan.
Bentuk-bentuk
komunikasi dalam konteks ilmu lainnya, yaitu :
1. Komunikasi
politik, proses komunikasi yang dilakukan dalam konteks perpolitikan
2. Komunikasi
kesehatan, proses komunikasi yang terjadi dalam konteks paramedic
3. Komunikasi
terapetik, proses komunikasi yang bukan hanya dalam konteks paramedic saja
namun ada pula yang disebut dengan tarapis nonformal seperti tukang pijit,
pengobatan alternatif , perawat dan sebagainya. Jadi komunikasi terapis adalah
komunikasi dalam konteks terapis dan pasiennya.
4. Komunikasi
dakwah, kalau dalam ilmu dakwah dikatakan bahwa komunikasi adalah bagian dari
dakwah, akan tetapi dari perspektif ilmu komunikasi, dakwah itu adalah salah
satu metode komunikasi. Jadi komunikasi dakwah adalah proses komunikasi dalam
usaha menyampaikan pesan atau nilai-nilai Islam kepada umat manusia
5. Komunikasi
krisis dan bencana, proses komunikasi dalam menghadapi dan menanggulangi krisis
dan bencana
6. Komunikasi
transcendental, bentuk komunikasi yang jarang dipelajari secara eksplisit baik di buku maupun di kelas.komunikasi
transcendental merupakan proses komunikasi yang terjadi antara manusia (hamba)
dengan Tuhannya. Alur komunikasinya satu arah seperti sembayang, sholat dan
berdo’a. komunikasi ini biasa dikenal sebagai komunikasi untuk meminta dan
memohon.
7. Komunikasi
spiritual, bentuk komunikasi yang jarang dipelajari secara eksplisit dalam
textbook ilmu komunikasi. Komunikasi spiritual merupakan proses komunikasi yang
melibatkan unsur spiritual (rasa). Memiliki alur dua arah dan juga merupakan
proses komunikasi pada tahap yang lebih tinggi, yaitu untuk mencapa konektifitas
yang solid dengan Sang Pencipta dan ciptaannya yang lain.
8. Komunikasi
spranatura;, komunikasi yang tidak perlu dipelajari cukup diketahui saja karena
merupakan komunikasi yang lebih ke unsur negative. Seperti seorang dukun yang
berkomunikasi dengan makhluk-makhluk astral.
Maka dari itu berkomunikasilah yang positif sejak dari dalam
pikiran hingga ucapan sehingga energi positif kita akan menyebar kealam semesta
menjadi positif juga.[2]
A.
Keberagaman suku, agama, ras dan antargolongan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.
1.
keberagaman dalam
masyarakat Indonesia
a.
faktor penyebab
keberagaman masyarakat Indonesia
keberagaman adalah suatu kondisi dalam masyarakat yang
terdapat banyak perbedaan dalam berbagai bidang perbedaan tersebut terutama
dalam hal suku bangsa ras agama keyakinan ideologi politik sosial budaya
ekonomi dan jenis kelamin. Keanekaragaman yang dimiliki bangsa Indonesia
merupakan kekayaan dan keindahan bangsa
b.
Keberagaman suku bangsa
dan budaya
keberagaman bangsa Indonesia terutama terbentuk oleh
jumlah suku bangsa yang mendiami wilayah Indonesia sangat banyak dan tersebar
dimana-mana. Setiap suku bangsa mempunyai ciri atau karakter tersendiri, baik dalam
aspek sosial maupun budaya. Menurut penelitian Badan Pusat Statistik yang dilaksanakan
tahun 2010 di Indonesia terdapat 1128 suku bangsa, antar suku bangsa di
Indonesia memiliki berbagai perbedaan dan itulah yang membentuk keanekaragaman
di Indonesia
c.
Keberagaman agama dan
kepercayaan
di mana di negara kita Terdapat 6 agama dan kepercayaan
d.
Keberagaman ras
ras adalah warna kulit, ada mongoloid dan Negroid ada
Melanesoid kalau kita kebagian kulit sawo matang.
Dari disini ada faktor
penyebab keberagaman masyarakat Indonesia adalah keberagaman suku bangsa dan
budaya ada keberagaman agama dan kepercayaan dan juga keberagaman ras atau
warna kulit.
2.
Arti penting memahami
keberagaman dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika
keberagaman suku bangsa budaya ras agama dan
antargolongan menjadi daya tarik wisatawan asing untuk berkunjung ke Indonesia
kita tidak hanya memiliki keindahan alam tetapi juga keindahan dalam
keberagaman masyarakat Indonesia
3.
Perilaku toleransi terhadap
keberagaman suku agama, ras dan antargolongan
Persatuan
dan kesatuan di sebuah negara yang beragam dapat diciptakan salah satunya
dengan perilaku masyarakat yang menghormati keberagaman bangsa dalam mewujudkan
perilaku toleransi terhadap keberagaman tersebut. Sikap toleransi berarti
menahan diri bersikap sabar membiarkan orang berpendapat lain dan berhati
lapang terhadap orang-orang yang memiliki pendapat berbeda. Toleransi sejati
didasarkan sikap hormat terhadap martabat manusia, hati nurani dan keyakinan
serta keikhlasan sesama apapun agamanya suku, golongan, ideologi atau pandangannya [3]
B.
Teori Etnosentrisme
Etnosentrisme merupakan suatu persepsi
atau pandangan yang dimiliki oleh masing- masing individu yang menganggap bahwa
kebudayaan yang dimilikinya lebih baik dari budaya lainnya atau membanggakan
budayanya sendiri dan mengganggap rendah budaya lain. Secara singkat,
etnosentrisme dapat dikatakan sebagai sikap fanatisme suku bangsa. Orang-orang
etnosentris akan menilai kelompok lain terhadap kelompok atau kebudayaannya
sendiri, terutama bila berkaitan dengan, perilaku, bahasa, kebiasaan, dan agama. [4]
Etnosentrisme meyakini superioritas kelompok etnis dan
kelompok kebudayannya, serta menganggap hina kelompok lain. Menurut (Taylor, et
al., 2009) Etnosentrisme adalah keyakinan in-group lebih unggul ketimbang semua
out-groups. Etnosentrisme adalah kebiasaan setiap kelompok untuk menganggap
kebudayaan kelompoknya sebagai kebudayaan yang paling baik. Semua kelompok
merangsang pertumbuhan etnosentrime, namun tidak semua anggota kelompok sama
etnosentris. Etnosentrisme adalah kebiasaan setiap kelompok untuk menganggap
kebudayaan kelompok sebagai kebudayaan yang paling baik
C. Religious Tolerance
Toleransi adalah kemampuan hidup dengan sesuatu
yang tidak Anda sukai. Terkadang Anda harus hidup dengan hal
semacam itu agar Anda tidak mengalami kesulitan atau agar Anda memahami
penyebabnya yang membuat orang lain melakukan apa yang tidak Anda sukai dan
menganggapnya sebagai sesuatu yang wajar dalam situasinya konflik akan terjadi
sewaktu-waktu sehingga pengembangan diri terhambat. Ini dapat mengakumulasi ketidakpuasan hingga
ke titik tak tertahankan yang dapat menyebabkan gangguan yang lebih besar. Seseorang mungkin bertoleransi dalam waktu yang lebih lama
daripada yang lain, tetapi selalu ada batasan yang tidak dapat
dilampaui. Tidaklah mudah untuk menetapkan batasan
dimana kebebasan dan batasan manusia harus diakhiri. tetapi pada saat yang sama mereka menjamin
penerapannya atau lebih baik memberikan ruang yang adil bagi individu untuk
menggunakan kebebasan mereka. Komunitas berkembang menjadi masyarakat
majemuk di mana orang-orang hidup dari berbagai latar belakang, agama, budaya, dan lain-lain. Satu-satunya pilihan yang kita miliki dalam
situasi seperti ini adalah hidup bersama. Penggunaan kekuasaan dan paksaan hanya akan
menghancurkan masyarakat. Itu akan menyebabkan dendam dan kebencian
yang membuat bumi tidak menyenangkan untuk ditinggali.
D.
Moderasi Beragama
Indonesia memiliki beragam ras, etnik dan
agama, Masyarakat menjungjung tinggi nilai–nilai persatuan. Contohnya seperti
moderasi beragama, indonesia dengan acuan geografi dan kemajukan manusia di
bumi pertiwi dengan berbagai perbedaan dengan dilandasi toleransi menciptakan
harmoni yang sepadu, sejalan, seirama dan ber-iringan. Dengan adanya keragaman
indonesia mempunyai keunggulan dibandingkan dengan negara lain.
Dalam konteks agama islam moderasi beragama
berarti mengajarkan agama bukan hanya untuk membentuk pribadi, individu yang
sholeh, tetapi sebagai landasan atau instrumen untuk menghargai agama dan umat
beragama lain. Dalam jaman modern saat ini kita perlu memahami sikap moderasi
beragama, sebab jika kita memahami moderasi beragama ini kita akan menjadi volume
budaya kampung bagi kita untuk menghadapi zaman sekarang yang sudah maraknya
intoleransi dan fanatisme yang berlebihan yang bisa mengancam kerukunan umat
beragama di indonesia
Mentri agama luqman hakim syaifudin
mengatakan, silahkan mengamalkan ajaran agama masing-masing, tapi ingat
jangan meyeragamkan nya. Agama butuh wilayah yang damai dan kehidupan yang
damai butuh nilai spiritualis agama. Ada 3 poin penting dalam mewujudkan
moderasi beragama:
1. Kaffah : pengenalan dan pengamalan ajaran islam secara
baik, benar dan menyeluruh
2. Ta’awun dan Tasamuh : toleransi dan saling tolong menolong dan
menjaga hubungan baik kepada sesama.
3. Adil : Mengedepankan keadilan serta musyawarah dalam
menentukan kebijakan serta memecahkan masalah
[1] Nurudin,
Pengantar Komuniukasi Massa, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2013.
[2]
Channel youtube Betty Tresnawaty, Ragam Bentuk Komunikasi, 2020
[3]
Channel youtube Rahayu Rintoweni, Keberagamab Suku, Agama, Ras dan Antar
Golongan dalam Bingkai Bhineka Tunggal Ika, 10 Januari 2021
[4] Bilal
Syahid, Etnosentrisme Berdampak di Indonesia, Dalam Kajian Anytar Budaya, Vol.
48, No. 1, Juni- Desember, Yogyakarta, 2016, h. 67.

Komentar
Posting Komentar