PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP DAKWAH MULTIKULTURAL
DAKWAH MULTIKULTURAL
Dewi Bahajah Himami Khofshowati
Komunikasi Penyiaran Islam
Fakultas Dakwah dan Komunikasi
B71219061@student.uinsby.ac.id
ABSTRAK
artikel ini membahas tentang Dakwah Multikultural danlam lintas budaya, Dengan masalah yang di bahas 1) Tinjauan Semantik Dakwah 2) Ruang Lingkup Dakwah Multikultural
Dalam tulisan ini berpendapat bahwa dakwah mengupayakan kesadaran nurani agar mengusung setiap budaya positif secara kritis tanpa terbelenggu oleh latar belakang budaya formal suatu masyarakat.
Kata Kunci: Dakwah, multikultural
PEMBAHASAN
Ditinjau dari segi bahasa, dakwah berasal dari
bahasa Arab “da’awah”. Dakwah mempubyai tiga huruf asal yaitu dal,
aian, dan wawu. Dari ketiga huruf asal ini, terbentuk bebrapa kata dan
ragam makna. Makna tersebut adalah memanggil, mengundang, minta tolong, meminta,
memohon, menamakan, menyuruh datang, mendorong, menyebabkan, mendatangka,
mendoakan, mengisi, dan meratapi. Dalam Al-Qur’an terdapat makna dakwah yaitu
mengajak dan menyeru, baik kepada kebaikan maupun kemusyrikan kepada jalan ke surga
atau ke neraka. Makna ini paling banyak mengisi ayat-ayat Al-Qur’an (46 kali). Kebanyakan
dari makna ini mengarah pada jalan keimanan (39 kali).[1]
Istilah Dakwah Multikultural bukanlah hal yang baru atau asing di
dalam dunia dakwah. Dakwah Multikultural terdiri dari 2 kata yakni Dakwah dan Multikultural.
Untuk bisa memahami secara lebih mudah, maka peneliti membahasnya satu-persatu
:
1.
Dakwah Seperti yang sudah dijelaskan diatas,
dakwah adalah sebuah aktivitas mengajak manusia untuk melaksan perintah Tuhan,
menuju jalan kebaikan dan menjauhi apa yang sudah dilarang oleh Allah dan
RasulNya.
2.
Multikultural Multikultural berasal
dari dua kata; multi (banyak/beragam) dan cultural (budaya/kebudayaan), yang secara
etimologi berarti keberagaman budaya. Budaya yang mesti dipahami adalah bukan
budaya dalam arti sempit, melainkan mesti dipahami sebagai semua dialektika
manusia terhadap kehidupannya.[2]
Dialektika ini melahirkan banyak wajah, seperti sejarah, pemikiran, budaya,
verbal, bahasa dan lain-lain. Bagi sebagian orang Multikultur belum sepenuhnya
dipandang sebagai suatu pemberian takdir Allah.
Jadi, yang dimaksud dengan Dakwah Multikultural adalah aktifitas menyeru kepada jalan Allah melalui usaha-usaha mengetahui karakter budaya suatu masyarakat sebagai kunci utama untuk memberikan pemahaman dan mengembangkan dakwah. Dalam Dakwah Multikultural, dakwah tidak hanya dipahami sebagai transformasi nilai[1]nilai Islam yang baik kepada masyarakat di bumi. Namun, hendaknya mengupayakan kesadaran nurani agar mengusung setiap budaya positif secara kritis tanpa terbelenggu oleh latar belakang budaya formal suatu masyarakat.
Ruang lingkup kajian Dakwah Multikultural yang juga merupakan
bidang dari kajian ilmu dakwah antara lain sebagai berikut :
1. Mengkaji
dasar-dasar tentang adanya interaksi simbolik da’í dengan mad’u yang
berbedalatar belakang budaya yang dimilikinya dalam rentangan perjalanan dakwah
para da’i, nabi dan Rasul termasuk nabi yang terakhir dan hukti kehadiran Islam
di Indonesia adalah sebagai produk dari kegiatan Dakwah Multikultural.
2. Menelaah
unsur-unsur dakwah dengan mempertimbangkan aspek budaya yang berhubungan dengan
unsur da’i, pesan, dakwah, metode, media, mad’u dan dimensi ruang dan waktu
yang mewadahi keberlangsungan interaksi antarberbagai unsur dalam
keberlangsungan dakwah.
3. Mengkaji tentang
karakteristik manusia baik posisinya yang menjadi da’i maupun yang menjadi
mad’u melalui kerangka metodologi dalam antropologi.
4. Mengkaji tentang
upaya dakwah yang dilakukan oleh masing-masing etnik dan antaretnik, baik
lokal-nasional, regional maupun internasional.
5. Mengkaji problem
yang ditimbulkan oleh pertukaran antarbudaya dan upaya-upaya solusi yang
dilakukan dalam rangka mempertahankan eksistensi jati diri budaya
masing-masing.[1]
[1] Ali Aziz, Moh. Ilmu Dakwah. Jakarta:
Kencana, 2004
[2] Maksum,
Ali.Pluralisme dan Multikulturalisme,(Malang:Aditya Media
Publishing.2011).h.143
Komentar
Posting Komentar